Tambelankepri Blog memberikan informasi tentang Tambelan kepulauan riau

Cerita perjalanan laut dari pelabuhan sintete ke tambelan,tanjungpinang

Cerita perjalanan laut dari pelabuhan sintete ke tambelan,tanjungpinang

Pulau tambelan merupakan salah satu jalur yang akan disinggahi oleh kapal perintis,dengan waktu perjalanan 11 jam dari pelabuhan sintete ke pelabuhan pulau tambelan.pada umumnya jam keberangkatan kapal perintis sekitar jam 4 sore malah bisa molor sampai malam,tergantung banyaknya muatan yang akan dimuat oleh pedagang.
pernah penulis berangkat dari pelabuhan sintete sekitar jam 7 malam.kali ini penulis blog tambelankepri akan menceritakan perjalanan penulis selama berangkat menggunakan kapal terigas dari pelabuhan sintete kalimantan barat.

dari sambas penulis menunggu bis sekitar jam 2 sore,sekitar 20 menit menunggu di jalan belum juga bis melintas.sempat cemas juga takut tidak dapat kendaraan untuk menuju ke pelabuhan sintete.entah dari mana datangnya rezeki tiba tiba seorang ibu ibu berpakaian pns yang kebetulan bersama sama menunggu  bis menawarkan tumpangan ke sebuah mobil pribadi yang menjemputnya.ternyata ibu itu menunggu mobil yang menjemputnya.dengan senyuman akhirnya penulis mengiyakan ajakan ibu ibu yang baik tersebut.setelah didepan jalan menuju kepelabuhan sintete.dengan naik ojek sekitar 10 menit,penulis pun sampailah kepelabuhan sintete.

ketika sampai dikapal penulis terkejut karena penumpang yang akan berangkat menggunakan kapal terigas ternyata sangat ramai.terbersit penyesalan kenapa tadi tidak pergi awal/pagi.biasanya memang penumpang yang berangkat dari sintete tidaklah ramai,mungkin karena habis lebaral idul adha.akhirnya penulis mencari tempat untuk tidur.dalam kapal terigas,tidak seperti kapal perintis/penumpang lainnya untuk tempat tidur yang berupa kasur tipis/tilam bersampul hitam, kita harus menyewa dengan bayaran sebesar 15 ribu rupiah.setelah mencari kesana kemari ternyata penulis tidak mendapatkan tempat tidur/tilam. tak lama ada yang memanggil  nama penulis,ternyata setelah penulis lihat dekati ternyata salah seorang pedagang yang menawarkan kasurnya.untuk pedagang kasur yang dipakai berbeda,bukan bersampul hitam.tapi sampul kasur busa pada umumnya.

penulispun bertanya kepada pedagang tersebut berapa harga sewanya.pedagang itu menjawan 100rb sampai ketanjungpinang.penulis terkejut dan mengatakan mahal,apa mereka tidak tahu kalau penulis ini adalah seorang pengangguran yang berekonomi lemah dan termasuk dalam kategori orang tak mampu.pedagang itu mengatakan sudah murah,karena kenal saja dia menyewakan dengan harga 100rb,biasanya 150rb tujuan tanjungpinang.akhirnya penulispun memutuskan tidak jadi untuk menyewa kasur tersebut.dengan perasaan galau penulispun pergi kebelakang kapal dan mencari tempat duduk.ternyata ada kursi yang kosong.

penulis melihat banyak sekali penumpang lainnya,jangankan tempat untuk tidur,kursi untuk dudukpun tidak kebagian.menyedihkan memang.dalam hati penulis cemas bagaimana nasib badan ini,apakah selama perjalanan 35 jam ke tanjungpinang penulis tidak tidur?? bagaimana kalau hujan,apakah penulis akan duduk dengan siraman air hujan???? bermacam pikiran buruk bermunculan dalam otak penulis.berharap ada "keajaiban: sewaktu ngobrol ngobrol dengan penumpang lainnya yang ada didekat penulis tiba tiba ada seseorang yang memanggil nama penulis yang ngetop dikapal ini..hahaha.setelah penulis dekati ternyata salah seorang pedagang yang bernama bang firkan,yang merupakan teman penulis sewaktu menjadi "pedagang kecil" dan selalu berangkat menggunakan kapal sintete.diapun bertanya kenapa tidak diatas/depan kapal (tempat yang berisikan tempat untuk penumpang tidur/tilam).dengan santai dan sedih penulis menjawab penumpang penuh.

bang firkan pun mengajak penulis kedepan dan membantu penulis mengangkat barang barang yang penulis bawa.dia menyuruh penulis memakai kasur yang disediakannya.penulis sempat bertanya berapa harga sewa kasurnya.bang firkan menjawab "gampanglah kasih aja uang rokok",setelah itu dia pun turun dari kapal tanpa sempat penulis memberikan uang.tak lama ada pengumaman dari petugas kapal yang menyuruh penumpang turun untuk pemeriksaan tiket dan menyarankan penumpang untuk membeli tiket yang ada dipelabuhan.dengan gagahnya penulis turun dari kapal karena senang telah mendapatkan tempat dan akan tidur dengan mimpi mimpi yang indah selama perjalan dilaut.setelah menbeli tiket seharga 125ribu dengan tujuan sintete-tanjungpinang.penulispun naik ketempat tidur idaman penulis dekat dengan pedagang pedagang lainnya.tak lama kemudian sirine kapal berbunyi(apa yah namanya ..setau penulis serine) menandakan kapal akan berangkat.tak lama kemudian setelah jangkar diangkat kapal terigas pun dengan bergerak perlahan sekitar pukul 16.30 meninggalkan pelabuhan sintete menuju pelabuhan tambelan.
bersambung ...............................

10 comments:

  1. Ceritanya sangat menarik dan enak dibaca.

    Salam Kenal ya
    TambelanBlog

    ReplyDelete
  2. terima kasih Fendy fatriady/tambelan blog atas kunjungannye..InsyaAllah kawan kunjong balik

    ReplyDelete
  3. Assalammualaikum

    Saya Mat Helmi dari Kuala Lumpur Malaysia. Saya mencari kenalan di Tambelan yang boleh menceritakan sejarah Tambelan ini. Mohon tuan-tuan tidak keberatan membantu saya. Saya sudah cuba menghubungi banyak pihak tetapi tidak ada respon. Mohon dari tuan dapat membantu. Hubungilah saya melalui email tokpakehtemenggong@gmail.com atau qa_yyum@yahoo.com

    Terima kasih

    ReplyDelete
  4. Ditunggu cerita kelanjutannya. Mantaf

    ReplyDelete
  5. @marco..kalau dapat tempat sampai tambelan,mgkn tidak sampai 24 jam,hanya 11 jam.tapi kalau tidak dapat juga maka tambah saja lama perjalanan dari sintete ke tambelan + dari tambelan ke tanjungpinang.11 jam + 24 jam= 35 jam (kira kira segitu)

    ReplyDelete
  6. terima kasih ya buat semua komentar :)

    ReplyDelete
  7. beli tiketnya gimana gan? Saya mw ke tanjung pinang dari sintete. Tolong infonya. . Thanx

    ReplyDelete

Popular Posts

Copyright © 2013 Tambelan Kepulauan Riau Blog | Partner Pathmo Media And Oto News